Wednesday, 8 January 2014

I Just Want You | Fanfiction


Author       : @AdindaPK_
Cast           : Do Kyungsoo
            Park Min Rin (OC)
           
Park Chanyeol
           
Xi Luhan
            Choi Rin Ri
Genre       : Romance, School Life
Length      : Chaptered
Warning    : Cerita ini Hasil Pemikiran saya sendiri ..  Jangan Copas & Jangan jadi pembaca Gelap. Typo bertebaran. 

DO Kyungsoo POV

            Dag Dig Dug kudengar denyut jantungku yang mulai berdebar kencang saat aku mempercepat kakiku untuk berlari. Hari ini adalah hari pertama aku masuk Sekolah Menengah Atas (SMA) dan hari ini pula aku memulai keterlambatanku setelah mencapai rekor tertinggi sebagai siswa paling sering terlambat ketika aku berada di Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Aww!”
“Mm-ma-af” Ucapku sambil menarik tangannya.


            Kulihat tubuhnya dan aku mengira bahwa ia sama denganku (Murid baru). Ia mulai mengangkat wajahnya dan matanya mendelik begitu melihatku. Aku merasa bersalah melihat tatapan kesal di matanya.

“Ya sudah. Tidak apa – apa. Sekarang lepaskan tanganku” ucap yeoja itu
“Sekali lagi aku minta maaf”

            Yeoja itu langsung pergi tanpa membalas permintaan maafku yang kedua kalinya. Semakin lama tubuhnya semakin hilang dari pandanganku, dan aku baru tersadar bahwa aku sudah telat 30 menit. Aku berlari secepat yang aku bisa. Akhirnya aku sampai.
            Seorang laki- laki bertubuh tinggi menghampiriku ia membawa secarik kertas yang berisi daftar nama. Kurasa untuk melihatnya aku perlu menengadah keatas.

“Hey! Apakah kau murid yang bernama Do Kyungsoo ?”
“Mmm Iyaa..”
“Kau terlambat 35 menit! Kau perlu dihukum.”

            Ia memandangku kejam. Aku benar – benar takut. Bukan karena aku penakut. Tapi aku memang takut.

“Chanyeol! Tolong urusi anak ini !”
“Siapa lagi yang ia panggil ? Ya tuhan.. aku benar – benar takut” batinku

            Laki – laki itu datang. Kalau tidak salah laki – laki itu bernama Chanyeol. Tapi wajahnya jauh lebih menyenangkan daripada temannya yang menyuruhku untuk dihukum.
“Yes Tao ? Kenapa ? Ada apa dengan dia?” Ucap Chanyeol
“Dia perlu dihukum karena terlambat 35 menit” Ucap Tao
“Oh.. laki – laki itu bernama Tao” Ucapku dalam hati
“Baiklah” Jawab Chanyeol pada Tao
            Kini Chanyeol atau Kakak Chanyeol membawaku pergi menuju sebuah tempat. Disana banyak sekali murid baru sepertiku yang tampak heran melihat aku dan Chanyeol yang sedang berjalan melewati mereka.
“Apakah aku akan dihukum ? Kapan aku dihukum?” Ucapku memberanikan diri
“Tampaknya kau begitu ingin dihukum?”
“Iya.. Karena aku tau aku salah”
“Kalau begitu aku tak akan menghukummu” Ucap Chanyeol padaku
“Mengapa begitu ?”
“Karena kau sadar. Bahwa kau salah. Sekarang, berjanjilah bahwa kau tak akan melakukannya lagi.”
arra.. ghamsamnida sunbae”
            Chanyeol begitu baik denganku mungkin ia akan menjadi kakak kelas yang paling aku sukai. Mungkin.
~Skip~
            Hari ini hari terakhir aku menjalani masa orientasi siswa. Hari ini juga akan ada pembagian kelas bagi murid baru.. Entahlah, aku akan masuk kelas 10 yang mana. Masuk SMA Favorit saja aku sudah bahagia.
“Shin Chan Chan 10-D, Park Min Rin 10-A, Xi Luhan 10-B, Oh Se hoon 10-C …” Ucap Kepala Sekolah dan meneruskan pengumuman pembagian kelasnya
            Kepala sekolah menyebut namaku dan akhirnyaaa.. aku masuk kelas 10-A yaitu kelas Favorit. Sungguh betapa bahagianya diriku. Terimakasih tuhan.

Park Min Rin POV

            Kupandang seluruh sisi kelas baruku. Sungguh menyenangkan karena hanya kelas A, B dan C saja yang memang ruangan kelasnya di design dengan begitu indah dan membuat kesan nyaman.
            Teman – teman baruku mulai datang memenuhi kelas yang hanya di kapasitasi 20 orang satu kelasnya. Tetapi satu bangku tersisa mungkin orangnya tidak masuk pikirku.
            Setelah 10 menit pelajaran dimulai ada seorang laki – laki bertubuh mungil memasuki kelas dengan tergesa – gesa. Pandangan kami bertemu. Ia orang yang menabrakku. Kini ia duduk di sebelahku. Aku tak dapat menyapanya. Aku hanya terdiam.

“Selamat pagi Kyungsoo.. Kenapa kamu bisa terlambat? Untuk kali ini kamu tidak akan saya hukum. Tetapi kalau kamu mengulangnya lagi, saya tidak akan segan – segan menghukum kamu” Ucap Wali kelas 10-A
ne songsaenim, Maafkan saya” Ucap lelaki sebelahku

            Oh.. Ternyata namanya Kyungsoo. Aku mengangguk memperhatikannya dan kembali kepada wali kelas kami. Sampai pada akhirnya aku ketahuan menatapnya ia menatapku kembali. Kubuang pandanganku secepatnya.

“Kau memperhatikanku?” Tanya kyungsoo padaku
“Aku tidak memperhatikanmu hanya melihatmu sekilas karena kau sedang berbicara dengan wali kelas. Mengerti?”
“Jutek sekali kau! Aku hanya mengucapkan 2 kata dan
kau membalasnya seperti jalan tol”
“Terserah aku saja. Ini mulutku.” Jawabku pedas
“Apa kau masih marah karena kejadian jatuh itu ?” Tanyanya kembali

            Aku tak menjawab. Membuka buku dan mulai memperhatikan pelajaran pertama mungkin lebih baik. Daripada berbicara tidak jelas dengan Kyungsoo.

~SKIP~
Teeett Teeettt
            Bel Istirahat berbunyi. Mungkin seharusnya aku pergi ke kantin untuk melalui masa adaptasiku di sekolah ini. Mungkin saja aku akan mendapatkan teman.

“Hai.. Murid 10-A ya ?” Tanya seorang Namja tampan
“Emm Iya.. Ada apa ya ?” Tanyaku penasaran
“Oh.. tidak.. tidak ada apa – apa.. Oh ya.. Namaku Chanyeol dan kau?”
“Oh aku Park Min Rin.. Salam kenal”
“Baiklah.. aku Murid 11-C. Masih di kelas Favorit sejak kedatangan pertamaku di sekolah ini”
“Oh.. Begitu..”
“Ke kantin bersama ?”
“Baiklah.”

            Tak kusangka ada Namja tampan yang termasuk murid kelas favorit mengajakku untuk pergi ke Kantin bersama. Senangnya.. Mungkin ia orang pertama yang kukenal sebagai teman di sekolah baruku ini.. Chanyeol oppa.
            Bercanda bersama Chanyeol oppa membuatku nyaman dan senang. Ia memang pria idaman.

Do Kyungsoo POV

Kuakui usahaku mendekatimu memang payah
Bahkan untuk memahamimu saja kuanggap susah
Tapi hati ini mengatakan ”aku menyukaimu” apa itu salah ?


            Kedekatanmu bersama pria – pria tampan di sekolah membuat sedikit luka dalam untuk hatiku. Aku adalah pria yang selalu duduk sebangku bersamamu tetapi untuk bercanda tawa saja kita tak pernah. Mungkin aku yang salah, mungkin aku yang payah. Tetapi ya sudahlah.

“Halo Kyungsoo” Ucap Park Min Rin. Membuatku kaget
“Mm? Haii.. Ada apa?” Ucapku gugup

            Park Min Rin tidak menjawab. Ia dipanggil oleh salah satu murid 10-B. Xi Luhan. Lawan yang cukup mudah. Ya, cukup mudah untuk Chanyeol. Bukan untukku. Bagiku ia lawan yang sangat – sangat sulit. Ya, SULIT.
            Aku berteman dengan Oh Se Hoon murid 10-C kami selalu bercerita tentang nasib kami berdua. Walaupun nasib percintaan kami belum sebaik pria – pria lainnya. Kami tetap berusaha dan tak pernah merasa putus asa. Karena kami selalu mengingat perkataan Senior Tao “Nasib percintaan yang buruk bukan termasuk awal yang buruk. Jadi tak usah takut. Cukup percaya bahwa kalian Ganteng dan akan menjadi pria sejati (Untuk Pria)”
            Sudah 2 minggu aku melihat Park Min Rin pergi ke kantin bergantian kadang – kadang bersama Chanyeol kadang – kadang bersama Luhan. Setiap hari Chanyeol dan Luhan datang ke kelas kami untuk memastikan hari ini Min Rin aku pergi bersama siapa. Heran.

Chanyeol POV

Dag
Dig
Dug
            Denyut jantungku berdebar begitu cepat. Langkah kakiku mulai memperlambat kecepatan. Kuhirup Oksigen disekitarku dan kuhembuskan lagi. Sungguh, aku sangat gugup.
            Pintu kelas itu sudah ada di depan mataku. Ya, Pintu yang sering kulihat. Pintu kelas 10-A. Kuketuk pintu itu dan aku masuk. Mencoba memperhatikan seluruh isi kelas dan mencari – cari keberadaan Park Min Rin. Ia tak ada.

“Hai Chanyeol !” Ucap Kyungsoo
“Hai..” Mataku masih mencoba mencari – cari
“Apakah kau mencariku? Baiklah ayo kita ke kantin” Kyungsoo menarik ujung jaketku.
“Kyungsoo .. aku tidak mencarimu, aku mencari Park Min Rin”
“Mencari gadis itu lagi ? Oh tentu, tadi kulihat ia pergi bersama Luhan” Ucap Kyungsoo dan ia melepaskan pegangannya pada jaketku.
“Baiklah, Terimakasih”

            Kurasa Luhan membawanya ke kantin. Tapi ternyata tidak. Kucari ia di perrpustakaan dan ternyata tidak ada. Dan akhirnya ku menemukannya ia berada di taman sekolah. Luhan sedang menggenggam tangannya. Kudekati mereka perlahan tentunya dengan bersembunyi dibalik pohon (Seperti film Detektif).
            Kudengar percakapan mereka. Aku kaget. Aku sakit. Aku bingung. Dan entahlah apa yang sekarang aku rasa.

“Park Min Rin.. Mungkin ini waktu yang salah, Mungkin ini waktu yang tak baik. Tapi entahlah. Rasaya aku tak sanggup. Maukah kau menjadi pacarku?” Ucap Luhan begitu manis
“Haa?”

            Kulihat tatapan Min Rin begitu bingung. Apa yang harus aku lakukan ? Ya Tuhan. Apa aku harus keluar dari pohon ini dan mengatakan “Kau tidak boleh menjadi pacarnya” atau “Jangan terima dia!” atau “Kau akan menyesal jika kau bersamanya. Jadilah pacarku. Saranghae” Kupikir .. Kupikir dan kurasa kalimatku yang pertama cukup bagus. Oh tidak tidak. Mungkin yang kedua. Oh jangan – jangan yang ketiga mungkin lebih baik. Oh tidak, Baiklah semuanya

“Park Min Rin!  Kau tidak boleh menjadi pacarnya, Tolonglah jangan terima dia! Kau akan menyesal! Lebih baik kau bersamaku.. Saranghae”

            Kulihat Xi Luhan dan Park Min Rin menatapku. Mereka berdua tertawa terbahak – bahak. Entahlah apa yang sedang mereka pikirkan. Apa mereka pikir ini lelucon? Sungguh, tidak lucu!

“Hei .. Oppa .. ternyata kamu sungguh berbakat menjadi pemeran teater..Mengapa kau tidak menggantikan Sehun saja? Ia sangat susah untuk diajak berlatih” Ucap Park Min Rin terkekeh

            Sungguh aku sangat malu. Ternyata mereka hanya berlatih. Ya Tuhan.. Sekarang apa yang harus aku lakukan ?

Park Min Rin POV

            Hari ini sungguh aku bahagia. Ada Luhan yang sangat peduli terhadap tugas teater kami tidak seperti Sehun yang tampak acuh ketika aku ajak untuk berlatih. Ada Chanyeol yang begitu baik padaku, hanya saja aku heran terhadap kelakuannya tadi siang. Haha tapi itu sangat menghibur. Ada Kyungsoo juga yang tak pernah berhenti memohon maaf padaku padahal aku tak tau salahnya apa.
            Temanku Choi Rin Ri ketika di SMP rupanya ingin pindah ke sekolahku mungkin ia tidak betah di SMAnya yang lama. Padahal ia baru  2 bulan sekolah di SMAnya itu.
Kriinngg Krinngg

“Halo?” Ucapku. Setelah menekan tombol berwarna hijau itu.
“A-ap-pa kau Park Min Rin?”
“Ya, ada apa ? dan maaf ini siapa ?”
“A-aku Kyungsoo” Kurasa ia gagap pikirku.

“Ow? Ada apa? Dari mana kau mendapatkan no ponselku?”
“Ah.. tidak .. apakah tadi kau berkencan bersama Xi Luhan?”
“Mengapa kau bertanya seperti itu ? apa urusanmu?”
“Oh. Yasudah kalau begitu” Ucap Kyungsoo. Langsung menghentikan sambungan telephonenya.

            Ada apa dengan dia? Ia sangat aneh. Ia juga tidak sopan langsung mematikan sambungannya begitu saja. Apakah aku membuatnya sakit hati ? atau membuatnya bingung? Sensitif sekali! Kututup wajahku dan tubuhku dengan hamparan selimut.

Do Kyungsoo POV

            Ahhh tidaaakkk! Apa aku sudah gila? Menelphonenya? Aaahh.. Bagaimana ini? Kurasa aku tidak akan sekolah esok! Eh .. tapi tidakk jika aku tidak sekolah aku tidak akan mendapatkan nilai tertinggi di sekolah. Jika aku mendapatkan nilai tertinggi di sekolah, mungkin saja Park Min Rin akan menyukaiku. Semoga sajaa.
            Kupandang lagi handphoneku untuk kesekian kalinya. Aku sangat menyesal karena menelphonenya malam ini. Ya tuhan ..
~SKIP~
            Akhirnya ku urungkan niatku semalam. Tetap pergi ke sekolah walaupun aku harus bertemu Park Min Rin. Kupandang jam yang melingkar pada pergelangan tanganku kini jarum pendeknya menunjukkan angka 6 dan jarum panjangnya menunjukkan angka 6 pula yang yang berarti. Oh tidaakk 06.30 aku terlambat pergi ke sekolah
            Kuambil tasku segera dan memakai sepatuku secepat aku bisa. Untung saja supirku sudah kembali kerumahku. Jadi aku tak usah susah payah mencari bus untuk ke sekolah. Akhirnyaa..
            Dam dem dem Suara sepatuku sudah terdengar di lorong menuju kelasku. Untung saja supirku mengendarai mobil dengan cukup cepat. Hanya 15 menit perjalananku menuju sekolah tidak seperti biasanya.
            Kulihat Park Min Rin duduk di bangku paling depan. Aku tak ingin ia melihatku. Mungkin duduk di bangku palin belakan jauh lebih baik. Untung saja selama 2 pelajaran ini ia tak melihatku. Terimakasih tuhan..
            Istirahat. Entah sekarang siapa lagi yang akan datang ke kelasku ini dan mengajak Min Rin untuk ke kantin bersama.
            Seorang yeoja dengan yang sedang menatap handphonenya datang dan mengetuk pintu kelasku. Entah siapa dia. Tampaknya ia murid baru. Anehnya, Park Min Rin datang menghampirinya dan mereka berpelukan riang. Kurasa mereka bersahabat.
            Untunglah akirnya Min Rin pergi ke kantin dan itu artinya aku pun bisa pergi. Ingin sekali rasanya Min Rin pergi mencariku. Tetapi tidak. Mengetahui keadaanku saja ia tak peduli. Namun usahaku untuk menghilang dari pandangannya hari ini kurasa berhasil.
~SKIP~

            Jantungku berdegup kencang kurasa ada yang menahanku. Kurasa ini adalah Park Min Rin. Siapa yang memegang pundakku? Ya Tuhan.. Apa yang harus aku lakukan ? Menengok ke sebelah kiri ? atau kanan ? Mungkin kanan lebih baik. Zzzzeeepp

“Heeii” Sapa seorang yeoja
“Ya?” Akhirnya ia bukan Min Rin . Entahlah ini siapa. Tapi sepertinya aku pernah melihatnya.
“Bolehkah aku mengenalmu?”
“Baiklah.. Siapa namamu”
“Namaku Choi Rin ri. Kau bisa memanggilku Rinri. Dan Kau?”
“Oh.. aku Do Kyungsoo.. kau bisa memanggilku D.O”
“Baiklah.. Tampaknya kau sendirian. Lebih baik antar aku berkeliling sekolah karena aku murid baru”

Author POV

            Mata D.O ditutup oleh Rinri dengan tangannya. Tak susah untuk menutup kedua mata D.O karena D.O termasuk salah satu murid yang tidak tinggi (pendek) dibanding murid lelaki yang berada disekolahnya. “Tunggu, tetap tutup matamu dan jangan mengintip! sekarang duduklah” Rinri menekan bahu D.O agar duduk di kursi yang sudah disiapkannya.

“Sekarang, kau boleh membuka matamu” Ucap Rinri
“Mataku susah untuk dibuka, Tanganmu terlalu kencang ketika menutup mataku”
“Hei.. kau terlalu berlebihan”

            D.O membuka matanya dengan perlahan. Kini ia baru sadar bahwa ia berada di kantin. Ketika ia menengok ke belakang. Ternyata Rinri tidak ada. Ia sangat bingung. D.O hanya berpikir mungkin dia sedang pergi ke WC. Tanpa pikir panjang D.O memesan makanan dan ketika ia pergi menuju meja ternyata ada Min Rin disitu.
            D.O menjatuhkan nampan yang ia bawa. Tanpa ia sadari itu membuat semua mata tertuju padanya. Dan Min Rin melihatnya. 

Next Yuu .. Ke Chapter 2 :) 

No comments:

Post a Comment